Pasangan pengantin berpakaian adat sunda yang terinspirasi oleh pakaian wayang. Mereka memakai banyak hiasan mas yang merupakan barang pusaka. Pengantin wanita pakai hiasan kepala dan hiasan bahu, pengantin pria pakai hiasan kepala dan kalung dada dengan 3 hiasan, semuanya mas. Perempuan yang berdiri di sebelah pengantin pria pakai sarung dengan motif parang rusak yang berarti dia pasti berketurunan raja. Mungkin perempuan itu ibu pengantin pria karena dia mirip putranya. Ayah tidak ada, kemungkin dia sudah meninggal. Orang tua dari pihak pengantin wanita berdiri di belakang. Gedungnya mewah. Di meja ada vas berlantai 2 dengan bunga mawar yang merupakan lambang cinta. Di depan meja ada seorang kerdil yang dipakai sebagai dekorasi juga, seperti dalam cerita wayang ada orang kerdil gaya Semar. Pasangan pengantin ini menikah dalam umur muda. Mungkin umurnya sekitar 14 (wanita) dan 16 (pria).
Monday, December 1, 2008
Pesta Pernikahan Tempo Doeloe
Pasangan pengantin berpakaian adat sunda yang terinspirasi oleh pakaian wayang. Mereka memakai banyak hiasan mas yang merupakan barang pusaka. Pengantin wanita pakai hiasan kepala dan hiasan bahu, pengantin pria pakai hiasan kepala dan kalung dada dengan 3 hiasan, semuanya mas. Perempuan yang berdiri di sebelah pengantin pria pakai sarung dengan motif parang rusak yang berarti dia pasti berketurunan raja. Mungkin perempuan itu ibu pengantin pria karena dia mirip putranya. Ayah tidak ada, kemungkin dia sudah meninggal. Orang tua dari pihak pengantin wanita berdiri di belakang. Gedungnya mewah. Di meja ada vas berlantai 2 dengan bunga mawar yang merupakan lambang cinta. Di depan meja ada seorang kerdil yang dipakai sebagai dekorasi juga, seperti dalam cerita wayang ada orang kerdil gaya Semar. Pasangan pengantin ini menikah dalam umur muda. Mungkin umurnya sekitar 14 (wanita) dan 16 (pria).
Keloearga Soenda ±1900
Gadis Priangan dikirim dari Buitenzorg ke Belgia 1914
Tjoeroek Dago Bandoeng 1905
Subscribe to:
Posts (Atom)